Sebanyak seribuan pelajar Iran menggelar aksi unjukrasa terkait
provokasi perang Israel dan sekutunya atas pemilikan nuklir Iran. Mereka
membentuk rantai manusia di depan fasilitas pengayaan uranium Isfahan.
Demikian
dilaporkan media Israel Yediot Ahronot, Selasa. Menurut Israel, aksi
ini sebagai gambaran bahwa rakyat Iran akan mengorbankan dirinya
bilamana negara mereka diserang.
Para pelajar itu datang ke
Isfahan dari berbagai lokasi di Iran. Mereka sebelumnya shalat berjamaah
di depan fasilitas nuklir. Kemudian mereka saling bergandengan tangan
mengelilingi fasilitas nuklir itu sembari meneriakkan yel-yel 'Matilah
Israel' dan 'Matilah Amerika'.
Seorang pelajar, Muh Jafrinejad,
mengatakan hati-hatilah negara barat kalau mereka ingin menyerang Iran.
"Kami, generasi muda revolusioner Iran berjanji, seandainya ada satu
peluru saja yang ditembakkan ke arah Iran, kami akan menghancurkan Tel
Aviv dan penduduknya dalam waktu tiga hari!" kata dia.
Sehari
sebelumnya, Teheran mengambil langkah unik dengan memanfaatkan Turki.
Teheran mengatakan mereka bersedia berbagai pengalaman dan pengetahuan
dengan Turki. Agar Turki bisa memiliki fasilitas nuklir. "Kami siap
berbagi pengetahuan nuklir dengan tetangga kami," kata pejabat Moh Javad
Larijani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar